Sign up with your email address to be the first to know about new products, VIP offers, blog features & more.

[mc4wp_form id="5"]

Budidaya Bandeng Kendal Makin Handal

By Posted on 0 5 m read 220 views

Sudah menjadi tekad bersama untuk menjadikan bandeng sebagai ikon daerah. “Kendal Kota Bandeng” Inilah mimpi kita. Mimpi itu sangat-sangat penting untuk membangun kabupaten ini. Hanya orang-orang yang mempunyai mimpi yang akan terus energik bergerak, berinovasi dan menyusun strategi, hingga pada saatnya mimpi itu menjadi kenyataan

Kabupaten Kendal memiliki panjang pantai ±42 km, memiliki sumber daya yang cukup potensial untuk diusahakan dan dikembangkan untuk kegiatan perikanan  budidaya (air tawar/kolam, air payau, budidaya di laut). Dengan luas tambak 3.393 hektar masih terdapat peluang  besar untuk menggenjot produksi perikanan budidaya.

Selain faktor lahan tambak yang dimanfaatkan, peran teknologi yang diterapkan juga mempengaruhi peningkatan produksi budidaya tambak. Secara umum tingkatan teknologi budidaya tambak dibedakan menjadi tiga yaitu ekstensif/tradisional, semi-intensif, dan intensif. Perbedaan dari ketiga teknologi budidaya ini dilihat dari padat tebar, benih yang diusahakan, jenis pakan yang diberikan, serta kincir air untuk menambahkan supply oksigen dalam air.

Perubahan teknologi yang digunakan membutuhkan perencanaan modal yang tepat, karena perubahan teknologi ini menyebabkan biaya produksi budidaya tambak semakin meningkat. Dengan adanya perubahan teknologi ini pembudidaya dapat mengefisienkan faktor-faktor produksi yang dimiliki, sehingga tujuan dari pembangunan pesisir pantai yaitu peningkatan kesejahteraan petani tambak dapat meningkat melalui peningkatan produktivitas usaha tambak yang dijalankan.

Sayangnya, budidaya ikan bandeng yang berkembang di masyarakat Kendal masih menggunakan cara ekstensif atau tradisional. Luas lahan selalu menjadi andalan. Sementara itu, luas lahan tidak bisa ditambah bahkan cenderung menyempit sebagai akibat pembangunan perumahan, industri dan sebagainya, sehingga keuntungan yang didapat dalam pemeliharaan ikan bandeng menjadi minimal. Hal tersebut seperti disampaikan oleh Hudi Sambodo Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal. Pada sisi lain, pendekatan biokonomik memperlihatkan bahwa ikan bandeng ternyata memberikan keuntungan yang sangat menjanjikan.

Bupati Kendal, Mirna Annisa ingin mengubah persepsi masyarakat atas dunia pertambakan di Kendal, bahwa teknologi bisa mengatasi permasalahan berkurangnya lahan tambak. Apalagi pada tahun 2019 taglinenya adalah Kendal Mandiri, dengan arah kebijakan pemerintahan agar fokus pada pembangunan ekonomi kerakyatan, penurunan kemiskinan, dan penurunan pengangguran.

Lewat Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal dibuatlah percontohan budidaya bandeng intensif. Percontohan ini menyasar 5 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yaitu: Pokdakan Mino Rejo desa Kalirejo, Pokdakan Nailul Muna desa Kaliayu, Pokdakan Mina Makmur desa Wonosari, Pokdakan Pandansari desa Korowelang Anyar dan Pokdakan Udang Sari kelurahan Banyutowo. Percontohan budidaya bandeng adalah pelaksanaan kegiatan yang dirancang sebagai model dalam rangka penerapan teknologi untuk menunjukkan efektifitas usaha, skala ekonomi, berkelanjutan dan berdampak pada pengembangan skala usaha.

Pembudidaya ikan Desa Korowelanganyar Cepiring memanen ikan bandeng dengan cara gotong-royong menggunakan jaring
Pembudidaya ikan Desa Korowelanganyar Cepiring memanen ikan bandeng dengan cara gotong-royong menggunakan jaring
Ikon Kendal

Pemilihan bandeng untuk dibudidayakan adalah sangat tepat karena ikan ini telah dikenal secara luas oleh masyarakat dan banyak diusahakan oleh petani tambak serta relatif lebih mudah untuk dibudidayakan,  karena tidak banyak kendala penyakit, serta didukung oleh tercukupinya ketersediaan benih (nener) dan gelondong. Usaha budidaya bandeng diarahkan pada peningkatan produksi dan keuntungan dengan cara menghasilkan bandeng yang berkualitas serta pemanfaatkan tambak yang telah ada atau bekas tambak udang  yang ditelantarkan.

“Sudah menjadi tekad bersama untuk menjadikan bandeng sebagai ikon daerah. Kendal Kota Bandeng. Inilah mimpi kita. Mimpi itu  sangat-sangat penting untuk membangun kabupaten ini. Hanya orang-orang yang mempunyai mimpi yang akan terus energik bergerak,  berinovasi dan menyusun strategi, hingga pada saatnya mimpi itu menjadi kenyataan.  Oleh karena itu, tekad menjadikan “Kendal Kota Bandeng” perlu terus kita gelorakan sehingga menjadi nafas kehidupan seluruh stakeholder perikanan di Kabupaten Kendal. Kita semua menyadari bahwa keberhasilan peningkatan produksi perikanan akan mampu mewujudkan tiga pilar, yaitu : Pro-growth, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi;  Pro-poor, untuk mengentaskan kemiskinan.; dan Pro-job, untuk menciptakan lapangan pekerjaan terutama di pedesaan”, jelas Hudi dengan optimis.. 

Hasil panen percontohan budidaya bandeng dengan teknologi padat tebar tinggi terbukti berlipatlipat dibanding teknologi tradisional
Hasil panen percontohan budidaya bandeng dengan teknologi padat tebar tinggi terbukti berlipatlipat dibanding teknologi tradisional

Ditambahkan, teknologi intensif dengan padat tebar 30.000 benih per hektar  ternyata memberikan hasil panen berlipat dibandingkan teknologi sederhana pada umumnya. Jika budidaya dengan teknologi sederhana pada umumnya menghasilkan 1 ton per hektar setiap 4—5 bulan dengan ukuran 6—7 ekor/kg, aplikasi padat tebar tinggi dengan menerapkan teknologi anjuran menghasilkan bandeng 4—5 ton per hektar dengan ukuran 3—5 ekor/kg. Betul-betul menggiurkan bukan.

Penuturan Heri, salah seorang anggota Pokdakan Pandansari Desa Korowelang anyar Cepiring menyampaikan dengan gamblang bahwa dengan menerapkan padat tebar tinggi hasil produksinya lebih banyak.

Hasil panen pembudidaya ikan desa Kalirejo Kangkung diangkut lewat jalur sungai
Hasil panen pembudidaya ikan desa Kalirejo Kangkung diangkut lewat jalur sungai

“Saya mencoba menerapkan padat tebar tinggi dengan dibarengi pemberian pakan bercampur enzim untuk budi daya ikan bandeng dan hasilnya ternyata lebih besar,” katanya.

Ia mengemukakan, jika biasanya 1 hektar hanya panen 1 ton bandeng, sekarang bisa panen 4,8 ton bandeng.

Inilah kenapa, penerapan padat tebar tinggi ini sangat bagus untuk budidaya ikan bandeng dikala lahan tambak makin berkurang karena imbas alih fungsi lahan untuk pembangunan.

Gerakan Makan Ikan (GEMAR IKAN)

Peningkatan produksi lanjut Hudi nantinya akan bermuara kepada kesejahteraan pembudidaya dan masyarakat Kendal pada umumnya. Karena dengan hasil panen berlipat, maka pendapatan petambak akan semakin besar sehingga bisa merangsang petambak lain untuk ramai-ramai menirunya.

Pantura Kendal sejak dulu  menjadi salah satu daerah atau wilayah produsen bandeng andalan Jawa Tengah. Namun produktivitas lahan yang menurun akibat berbagai sebab membuat para pembudidaya tidak lagi bergairah. Dan, menurut Hudi Sambodo, keberhasilan program percontohan budidaya bandeng padat tebar tinggi ini mengindikasikan sinyal positif akan kebangkitan produksi bandeng di kawasan pantura Kendal.

Pencapaian dan inisiatif menggembirakan dari percontohan budidaya bandeng intensif ini tentu sepatutnya dijadikan pijakan untuk kerja yang lebih baik lagi di masa mendatang. Dan yang tak kalah penting, budidaya bandeng Kendal yang makin handal tersebut telah jadi bukti perubahan sikap dan kesadaran baru, bahwa kini masyarakat pesisir Kendal memandang dan mulai bertumpu pada sektor perikanan budidaya.

”Jika produksi bandeng Kendal melimpah akan bisa berimbas pada tingkat konsumsi ikan di masyarakat. Saat ini, konsumsi ikan per kapita masyarakat Kendal hanya sekitar 22 kg/kapita yang masih jauh bila dibandingkan negara-negara lain semisal Islandia (140), Jepang (110), Malaysia (90) dan Singapura(100) kilogram per kapita”. papar Hudi.

Betapa, sebuah negeri yang di setiap sudutnya dihampari laut tetapi masyarakatnya tidak memiliki tradisi makan ikan di sepanjang tahunnya. Fakta ini lebih menggambarkan sebuah ironi dari negeri yang mengaku sebagai bangsa bahari.

Bupati Mirna Membuka Acara Gemarikan (Gerakan Makan Ikan) di Taman Gajah Mada
Bupati Mirna Membuka Acara Gemarikan (Gerakan Makan Ikan) di Taman Gajah Mada

Inilah kenapa, Bupati Kendal Mirna Annisa tidak lelah mengkampanyekan gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemar Ikan). Mengapa konsumsi ikan perlu ditingkatkan? Paling tidak ada tiga alasan. Pertama, faktor biologis, mengingat umumnya ikan mengandung protein yang dibutuhkan kesehatan manusia. Dengan makan ikan yang mencukupi maka dapat memberikan dua keuntungan bagi kita. Pertama, baik untuk kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai macam penyakit. Kedua, asam lemak tak jenuh, termasuk omega-3, yang terkandung dalam ikan, sangat membantu  perkembangan sel otak yang dapat meningkatkan kecerdasan (IQ) manusia. Kedua, faktor ekonomi yakni agar permintaan terhadap produk ikan meningkat. Dengan meningkatnya permintaan dapat merangsang meningkatnya penawaran, yang berarti makin tumbuhnya usaha perikanan, terserapnya tenaga kerja, serta segudang multiplier effect lainnya. Ketiga, faktor sosial budaya, yakni mempertahankan identitas bangsa kita sebagai bangsa bahari.

Bagikan Artikel ini...