Sign up with your email address to be the first to know about new products, VIP offers, blog features & more.

[mc4wp_form id="5"]

Curug Jeglong

By Posted on 0 4 m read 3.1K views

Satu lagi pesona wisata di Kendal yang kini menjadi perbincangan, Curug Jeglong !! Curug dengan air terjun berjumlah 5 buah dan memiliki 4 kedung atau telaga dapat dikatakan sebagai curug bertingkat yang memiliki keindahan dan keunikan tiada duanya.

Curug Jeglong ditemukan baru sekitar dua tahun lalu. Ceritanya saat itu ada mahasiswa yang sedang ber-KKN di desa sebelah barat Curug Jeglong yakni Desa Margosono Kecamatan Tersono Kabupaten Batang yang sedang berjalan-jalan dan menengok ke arah timur. Tak disangka mahasiswa tersebut menyaksikan pemandangan Curug Jeglong yang bertingkat-tingkat begitu memukau.

Menurut Nur Hadi Ketua Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis Curug Jeglong Sejahtera, Curug Jeglong ditemukan baru sekitar dua tahun lalu. Ceritanya saat itu ada mahasiswa yang sedang ber-KKN di desa sebelah barat Curug Jeglong yakni Desa Margosono Kecamatan Tersono Kabupaten Batang yang sedang berjalan-jalan dan menengok ke arah timur. Tak disangka mahasiswa tersebut menyaksikan pemandangan Curug Jeglong yang bertingkat-tingkat begitu memukau. Tak lama kemudian diusulkan untuk melakukan gotong royong membersihkan lokasi tersebut dan direspon baik oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Curug Jeglong di Desa Bendosari Kecamatan Plantungan.

Lokasi Curug Jeglong memang berada di perbatasan Kendal – Batang. Air terjunnya yang paling bawah mengalir langsung ke Kali Lampir yang menjadi pembatas Kabupaten Kendal dan Kabupaten Batang.

 

Terdapat Petilasan Syech Jonggrang

LMDH Curug Jeglong, yang diberi kewenangan mengelola hutan seluas 15 hektar di lokasi Curug Jeglong dan sekitarnya merasa tergerak untuk memoles Curug Jeglong menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Kendal. Secara bertahap dilakukanlah pembenahan-pembenahan.

“Jalan menuju air terjun yang paling tinggi dan kedung yang paling atas yaitu Kedung Watu Kursi masih sulit. Akses jalan yang sudah bisa dilalui dari atas mulai dari Kedung Jonggrang yang memiliki kedalaman 7 meter, dilanjutkan ke bawah yakni Kedung Urang-Urangan dengan kedalaman 12 meter, dan Kedung Kimplah dengan kedalaman 8 meter. Di pinggir Kedung Jonggarang ada petilasan Syekh Jonggrang,” tutur Nur Hadi yang juga Kaur Umum Desa Bendosari Kecamatan Plantungan.

“Jalan setapak menurun dari hutan pinus menuju Curug Jeglong sejauh kurang lebih 300 meter masih cukup terjal namun untuk pulangnya sudah kami siapkan jalan naik yang tidak begitu terjal. Jalan inilah yang kami rencanakan untuk dijadikan jalan motor yang bisa langsung ke lokasi. Kami juga berencana menanami kawasan ini dengan berbagai macam bunga dan buah-buahan,” tambahnya.

 

Potensi Curug Jeglong Berhasil Memikat UPGRIS

Potensi Curug Jeglong yang wow berhasil memikat Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) untuk melakukan pendampingan melalui program pengabdian masyarakat yang ditangani tim Iptek Bagi Desa Mitra (IBDM), program dari Direktorat Riset Penelitian dan Pengabdian Masyarakat pada Kemenristekdikti RI.

Ketua IBDM UPGRIS, Ngasbun Egar mengatakan, program ini merupakan pemberdaayaan masyarakat dan pendampingan untuk mengembangkan desa wisata di Curug Jeglong yang dilakukan selama tiga tahun. Kegiatan tahap pertama dilakukan sejak Mei sampai Oktober 2017.

“Kami mengadakan berbagai pelatihan seperti pelatihan bahasa inggris dan pelatihan menjadi pemandu wisata untuk para remaja. Untuk ibu – ibu pelatihan membuat kerajinan dari bunga pinus dan mengolah buah jambu menjadi stik jambu, karena desa tersebut melimpah buah jambu biji. Sedangkan kelompok tani bapak-bapak diberi pelatihan cocok tanam yang lebih efektif. Tak ketinggalan untuk para perangkat desa juga dilatih mengelola administari secara baik,” jelas Ngasbun.

Selain pelatihan juga dibangun beberapa fasilitasseperti mushola, pos tiket, kamar mandi, dan pavingisasi jalan untuk melengkapi arena outbond dan fasilitas lainnya seperti gardu pandang dan ayunan. Pembangunan dimulai sejak peletakan batu pertama pada acara Festival Budaya di kawasan curug Jeglong Sabtu 19 Agustus 2017 lalu. Festival Budaya Curug Jeglong dimeriahkan pula dengan kesenian khas Kuntulan.

Ketua LPPM UPGRIS, Suwarno Widodo berharap Ngasbun dan timnya dapat melanjutkan pembinaan kepada desa Bendosari pada tahun selanjutnya.

Suwarno juga berpesan kepada warga untuk mengamalkan Sapta Pesona, agar objek wisata Curug Jeglong bisa menjadi tempat wisata yang selalu dikunjungi wisatawaan. Jika kondisinya aman, bersih, indah, masyarakatnya ramah, maka pengunjung akan merasa senang dan tertarik untuk datang lagi.

Melihat potensi yang ada, Suwarno berharap wisata Curug Jeglong menjadi wisata edukasi dan agrowisata.

Kades Bendosari Kukuh Kundarto mengaku senang dan mendukung pendampingan yang dilakukan oleh UPGRIS. Harapannya objek wisata Curug Jeglong agar terus dikembangkan, sehingga bisa menjadi wisata alam dan air. “Yang paling penting, warga saling sengkuyung supaya objek wisata Curug Jeglong cepat berkembang,” katanya.

Curug Jeglong berada di Dusun Jeplak Desa Bendosari Kecamatan Plantungan, kurang lebih 40 kilometer dari Kendal. Perjalanan menuju kesana amat mengasyikkan melalui jalan pegunungan yang berkelok-kelok dan pemandangan alam yang hijau.

Dengan mengendarai mobil ataupun motor dari Kota Kendal melewati Sukorejo atau Pageruyung dibutuhkan waktu sekitar satu jam. Kurang lebih setengah kilometer sebelum Kantor Kecamatan Plantungan ada papan petunjuk menuju lokasi ke arah utara (Desa Bendosari) dengan jarak sekitar 5 kilometer.

Hanya dengan tiket masuk lima ribu rupiah pengunjung sudah dapat menikmati fasilitas ayunan, gardu pandang, maupun jeguran/berenang di beberapa kedung. Bagi yang tidak bisa berenang juga nggak perlu khawatir karena juga disediakan persewaan baju pelampung.

 

 

Bagikan Artikel ini...