Sign up with your email address to be the first to know about new products, VIP offers, blog features & more.

[mc4wp_form id="5"]

Obyek Wisata Kedung Pengilon Makin Berwarna

By Posted on 0 4 m read 4.1K views

Siapa menyangka, Kedung Pengilon yang berada di pelosok desa Jatirejo kecamatan Ngampel bisa berubah menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Setelah digarap oleh kelompok masyarakat sadar wisata desa setempat, tempat tersebut kini menjadi semakin berwarna dan ramai dikunjungi para wisatawan terutama para kawula muda dari Kendal dan daerah sekitar.

Jembatan tua yang dibuat pada jaman Hidia Belanda dan aliran sungai sarana pengairan pertanian yang dulu sangat asing bagi masyarakat, sekarang menjadi salah satu lokasi pilihan menarik para remaja yang suka foto selfi. Jembatan besi kuno dicat warna-warni dengan banyak hiasan cantik bergelantungan di atasnya. Payung beraneka warna mengembang di atas tertata indah. Jalan-jalan di lokasi dihiasi macam-macam  dekorasi dari ban, kayu dan bambu dan lainnya.

Pemandangan alam berupa persawahan yang hijau membentang di sekitar Kedung Pengilon tak kalah menarik. Juga air terjun setinggi 10 meter yang membentang sepanjang sekitar 50 meter yang dikelilingi bukit-bukit hijau menjadi daya tarik khusus. Jika musim penghujan Kedung Pengilon akan sangat menarik karena luberan airnya yang mengalir deras. Pemandangan yang mengagumkan ini oleh pengunjung disebut  sebagai “Niagara Mini”.

Daya tarik obyek wisata ini tak mengenal musim. Jika musin kemarau datang, air di Kedung Pengilon akan menyusut berkurang. Menyusutnya air di Kedung Pengilon akan menampakkan batu-batu cadas/ batu karang yang sebelumnya tertutup oleh air. Namun, pemandangan di lokasi Kedung Pengilon tetap menarik. Karena daya tarik lain akan muncul bila musim berganti. Bagi wisatawan remaja, serakan batu-batu karang yang nampak tersebut tetap menarik untuk menjadi lokasi foto selfi.

Perjalanan menuju ke lokasi desa wisata Kedung Pengilon kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, sebenarnya tidaklah sulit. Dari Pusat Kota Kendal (Alun-alun Kabupaten Kendal) bisa langsung menyusuri jalan-jalan menuju ke lokasi sepanjang sekitar 20 Kilometer ke arah Selatan yang sebagian sudah jalan beton. Beberapa sarana transportasi seperti mobil Kuning angkudes, motor ojek atau sewa andong  bisa menjadi pilihan.

Namun, disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi roda 2 atau motor ojek agar perjalanan lebih cepat dan efektif. Mengapa? Karena setelah menyusuri jalan kabupaten yang sebagian berupa jalan beton, selanjutnya anda akan melalui jalan yang sempit sepanjang saluran air menuju ke lokasi. Jika menggunakan kendaraan roda 4, maka anda harus memarkir di tempat yang agak jauh. Tetapi jika menggunakan sepeda motor anda akan langsung sampai di tempat tujuan.

 

Daya Tarik Wisata Kreasi Para Pemuda

Kedung Pengilon adalah Satu lokasi obyek wisata kreasi para pemuda yang dikelola oleh para pemuda dari 2 Desa Wisata. Lokasi yang berada di sebelah Barat sungai Blorong dikelola oleh Desa Wisata Jatirejo kecamatan Ngampel. Sedangkan Lokasi obyek wisata yang berada di sebelah Timur Sungai dikelola Desa Wisata Tunggulsari Kecamatan Brangsong. Kedua obyek wisata tersebut tersambung jadi satu yang dihubungkan oleh Jembatan besi  yang menjadi salah satu andalan daya tarik wisata.

Mereka bekerja sama dalam pemanfaatan bantaran sungai milik Dinas Pekerjaan Umum dan lahan milik Perum Perhutani KPH Kendal.  Obyek wisata Kedung Pengilon yang dikelola para pemuda dari 2 desa tersebut menurut Koordinator Pengelola desa wisata Tunggulsari Solikin, memiliki daya tarik wisata yang sangat bervariatif. Baik yang sudah tersedia sebelumnya maupun dari hasil kreatifitas.

Beberapa di antaranya yaitu air terjun yang airnya luber bersuara gemuruh, jembatan cinta, warung jajanan kebun, taman bunga, kolam renang, arena foto selfi dan lainnya. Bahkan saat ini telah dikembangkan beberapa fasilitas wisata lain yang menarik seperti 3 unit rumah pohon, bukit pesona cinta dan lain-lain. Rencananya setelah lebaran 2018, fihaknya akan menambah lagi kelengkapan fasilitas pariwisata di lokasi  tersebut berupa arena pemancingan dan kebun binatang.

Ia berharap dalam waktu dekat Bupati Mirna Annisa berkenan melaunching desa wisata Kedung Pengilon. Sekaligus melakukan penanam bibit pohon Jambu Mede di sekitar lokasi wisata yang telah disiapkan. Kepada penulis dikatakan, dulu wilayah Magangan sekitar Kedung Pengilon dikenal sebagai  produsen Jambu Mede terbesar di Kabupaten Kendal. Oleh karena itu, ia bersama-sama para pemuda dari kedua desa tersebut akan berusaha membangkitkan kembali pamor yang dulu pernah bersinar.

 

Cerita Legenda Kedung Pengilon

Kedung (istilah bahasa Jawa) adalah bagian sungai yang airnya sangat dalam. Pengilon berarti tempat berkaca. Kedung atau tempat penampungan air pertanian ini di atasnya terdapat jembatan tua terbuat dari besi. Menurut cerita warga setempat, nama Kedung Pengilon mulai muncul sejak masa kerajaan Mataram. Diceritakan, Kedung Pengilon memiliki air yang sangat bersih sehingga bisa digunakan untuk berkaca. Karena bisa digunakan untuk berkaca itulah, maka kemudian dinamakan Kedung Pengilon.

Dikisahkan, Konon pada masa itu ada seorang Ratu bernama Kanjeng Ratu Pandansari yang cantik. Ia sangat peduli dengan kehidupan masyarakatnya. Sang Ratu bermaksud ingin mensejahterakan rakyatnya. Maka, dibangunlah sebuah kedung agar sawah-sawah para petani mendapat pengairan yang cukup sehingga lahan pertanian mereka menjadi subur. Berkat kedung tersebut, hasil panen pun melimpah. Kehidupan rakyat menjadi makmur dan tidak lagi kekurangan pangan.

Membangun kedung tidaklah mudah. Dalam kisahnya, Ratu Pandansari mengalami banyak rintangan yang sangat berat saat membangun Kedung Pengilon. Ia harus menghadapi perlawanan sengit dan terlibat dalam sebuah peperangan. Rintangan datang dari seorang Raja Siluman bersama anak buahnya. Dengan ancaman senjata mereka menghadang dan berusaha menghancurkan rencana pembuatan kedung.

Kanjeng Ratu Pandansari bersama pengikutnya tidak gentar menghadapi perlawanan tersebut. Dengan dukungan rakyat, ia beserta para prajurit berusaha melumpuhkan Raja Siluman. Setelah melalui peperangan yang dahsyat, Ratu Pandansari beserta para prajurit, akhirnya berhasil mengalahkan Raja Siluman berkat kesaktian pusaka yang dimilikinya. Ratu dan rakyat merasa senang dengan keberhasilan pembangunan kedung yang airnya jernih dan melimpah. Karena airnya jernih itulah kedung dapat untuk berkaca sehingga kemudian dinamakan Kedung Pengilon.

Air di Kedung Pengilon dipercaya oleh masyarakat, dapat digunakan untuk mengobati segala macam penyakit. Air yang berkhasiat itu disebut berada dibawah air terjun di sisi kanan Kedung Pengilon. Konon untuk menggunakan khasiat air tersebut, harus meminta ijin terlebih dahulu dengan mengunjungi makam Pangeran Mintono yang berada di bukit bagian atas Kedung Pengilon. Menurut keterangan warga, banyak wisatawan yang mengunjungi makam tersebut, terutama pada setiap malam Jumat Kliwon.

Bagikan Artikel ini...