Sign up with your email address to be the first to know about new products, VIP offers, blog features & more.

[mc4wp_form id="5"]

Pesona Pulau Tiban

By Posted on 0 3 m read 2.5K views

Pulau Tiban adalah nama obyek wisata yang masih tergolong baru di Kabupaten Kendal, tepatnya di Desa Kartika Jaya Kecamatan Patebon.

Belakangan ini Pulau Tiban menjadi obyek wisata yang mampu menjadi magnit bagi pengunjung. Daya tarik itu wajar karena pengunjung disuguhi sensasi perjalanan dengan menggunakan perahu sejauh kurang lebih 1 kilometer. Belum lagi singgah di sebuah pulau yang belum pernah ditemui di Kabupaten Kendal.

“Pulau Tiban muncul kurang lebih 10 tahun lalu. Awalnya hanya berupa gundukan pasir. Mulai tahun 2015 dan 2016 menjadi ramai karena dilakukan penanaman mangrove oleh Dinas Kelautan dan Perikanan dan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal dengan menggunakan dana CSR salah satu perusahaan otomotif,” ujar Joko Basuki, humas Kelompk Sadar Wisata (pokdarwis) Kartika Beach.

Perjalanan dari Kota Kendal ke Pulau Tiban sepanjang 10 kilometer dapat ditempuh dengan menggunakan motor ataupun mobil sekitar setengah jam dengan rute Kendal ke utara – Pertigaan Balok – Wonosari – Kartikajaya atau Kendal ke barat – Patebon – Wonosari – Kartika Jaya.

Sesampai di Desa Kartika Jaya tak perlu khawatir karena disediakan parkir yang cukup luas. Jika haus juga ada minuman khas Kartika Jaya yakni dawet tancang.

Disini juga tersedia berbagai makanan khas berbahan baku tepung mangrove atau tancang seperti kerupuk, stik, klepon, ataupun brownies

“Disini juga tersedia berbagai makanan khas berbahan baku tepung mangrove atau tancang seperti kerupuk, stik, klepon, ataupun brownies, “ tutur Rukimah, salah satu penjual. “Saya termasuk salah satu anggota kelompok UKM Tancang Jaya yang memiliki anggota 15 orang dan diketuai oleh Ibu Dewi Marlinda”.

Setelah membeli tiket perahu bermesin atau perahu boat kita bersiap – siap antre di pinggir Kali Lingen untuk menyusuri kali tersebut hingga pantai Kartika Jaya menuju Pulau Tiban sejauh kurang lebih 1 kilometer dengan waktu antara 10 – 15 menit.

“Disini ada kurang lebih 10 perahu mesin milik penduduk dan satu buah perahu boat bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Satu perahu mesin berkapasitas 8 – 10 penumpang. Sedangkan perahu boat dapat dinaiki 10 – 20 penumpang,” kata Joko Basuki.

“Loket tiket dibuka mulai pukul 6 pagi dan jam 5 sore semua pengunjung harus sudah kembali lagi untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan. Kondisi Pulau saat ini pada malam hari belum tersedia penerangan dan air bersih yang cukup. Sewaktu – waktu juga dapat diterjang badai”.

Begitu sampai di bibir pantai Pulau Tiban kita disambut tulisan Selamat Datang di Pulau Tiban. Suasana terasa adem dan damai. Ada fun camp, mushola, pohon – pohon cemara laut yang rindang, beberapa warung dan pantai pasir yang asyik untuk bermain bersama anak – anak dan keluarga.

“Dulunya kondisi Pulau Tiban memiliki panjang 1,5 kilometer dan lebar 80 meter. Namun kini lebarnya tinggal 30 – 40 meter saja terkena ombak dan badai laut. Sejumlah 200-an pohon cemara laut juga hilang,”

Bupati Kendal sendiri dr Mirna Annisa MSi telah mendaratkan kakinya di Pulau Tiban dalam rangkaian acara Apel siaga 1.000 Relawan Gerakan Pengurangan Risiko Bencana Sekolah Laut pada November lalu.

Bupati bersama Wakil Bupati Masrur Masykur, Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Pramana, beberapa anggota DPRD Kendal, dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal melakukan penanaman mangrove bersama.

“Pulau Tiban merupakan sumber daya alam yang luar biasa. Harapannya sesuai dengan keinginan masyarakat Kabupaten Kendal, potensi alam ini bisa dimanfaatkan. Pengembanganya bisa dibantu provinsi, CSR dari beberapa perusahaan dan yang terpenting mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Obyek wisata Pulau Tiban ini diharapkan tumbuh menjadi perekonomian baru yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Tentu Pemda tidak akan tinggal diam agar ada pengelolaan yang luar biasa sehingga mampu meningkatkan income bagi sekitarnya dan mendatangkan wisatawan serta meningkatkan potensi-potensi alam di sekelilingnya. Pengelolaanya tentunya tak hanya dari Dinas Pariwisata, melainkan juga ada BPBD dan Pokdarwis. Pokoknya semua harus sinergi untuk membangun Kendal.” kata Bupati Mirna. (01)

Bagikan Artikel ini...